Hukum I dan II Kirchhoff
Di antara kamu pasti sudah pernah
mendengar nama Kirchhoff dong, ya? Yup, Kirchhoff
merupakan salah satu fisikawan yang berjasa dalam ilmu kelistrikan, nih.
Hukumnya yang terkenal yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Bagaimana penjelasan
kedua hukum tersebut? Yuk, kita simak pembahasan berikut.
Hukum Kirchhoff ditemukan oleh Gustav
Robert Kirchhoff yang merupakan ahli fisika asal Jerman. Kirchhoff
menjelaskan hukumnya tentang kelistrikan ke dalam dua bagian, yaitu Hukum I
Kirchhoff dan Hukum II Kirchhoff.
Hukum I Kirchhoff
Hukum ini merupakan hukum kekekalan
muatan listrik yang menyatakan bahwa jumlah muatan listrik yang mengalir
tidaklah berubah. Jadi, pada suatu percabangan, laju muatan listrik yang menuju
titik cabang sama besarnya dengan laju muatan yang meninggalkan titik cabang
itu. Nah, di fisika, laju muatan listrik adalah kuat arus listrik. Oleh karena
itu, bunyi Hukum I Kirchhoff lebih umum ditulis:
Jumlah kuat arus
listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan jumlah kuat
arus listrik yang meninggalkan titik itu.
Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum
Arus Kirchhoff atau Kirchhoff's Current Law (KCL).

Berdasarkan gambar di atas, besar kuat
arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk =
Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.
CONSO
1.
Perhatikan gambar berikut :

Diketahui besar arus listrik yang
melalui 𝐼2=
1 A,𝐼1=
3 A,𝐼4=
0,5 A. Hitunglah besar arus listrik yang melalui 𝐼3 dan
𝐼5 ?
Penyelesaian :
Σ𝐼𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘=Σ𝐼𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
⇔𝐼1 =
𝐼5
Dikarenakan Σ𝐼𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘=Σ𝐼𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟,
maka besarnya arus listrik yang melalui 𝐼5 =
3 A.
Σ𝐼𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘=Σ𝐼𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
⇔ 𝐼1 =
𝐼5
⇔ 𝐼2+𝐼3+𝐼4=𝐼5
⇔ 1+𝐼3+0,5=3
⇔ 3=3-1,5
⇔ 𝐼3=1,5
A
Jadi, 𝐼3 =1,5
A dan 𝐼5 =
3 A.
Hukum II Kirchhoff
Hukum ini berlaku pada rangkaian yang
tidak bercabang yang digunakan untuk menganalisis beda potensial (tegangan)
pada suatu rangkaian tertutup. Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan
Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL). Bunyi Hukum II
Kirchhoff adalah:
Jumlah aljabar beda
potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol.
Versi lain Hukum II Kirchhoff, yaitu
pada rangkaian tertutup, berbunyi: jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan
tegangan (IR) sama dengan nol. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai: Σ ε+Σ IR = 0.

Berdasarkan gambar di atas, total
tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II
Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol
artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi
listrik diserap dan digunakan.
Untuk menganalisis suatu rangkaian
listrik menggunakan Hukum II Kirchhoff diperlukan beberapa aturan atau
perjanjian.
1. Pilih loop untuk masing-masing
lintasan tertutup dengan arah tertentu. Pada dasarnya pemilihan arah loop bebas
namun jika memungkinkan usahakan searah dengan arah arus. Maksudnya bebas
disini bebas yah arahnya mau searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam.

2. Pada suatu cabang, jika arah loop
sama dengan arah arus maka penurunan tegangan (IR) bertanda positif, jika
berlawanan arah maka penurunan tegangan (IR) bertanda negatif. Contohnya
gini. Kalo misalkan arah loop searah jarum jam terus arah arusnya juga searah
jarum jam, maka nanti penurunan tegangan (IR) positif karena sama-sama searah
jarum jam.

Kalo misalkan nanti loopnya berlawanan
arah jarum jam tapi arusnya searah jarum jam maka IR-nya bertanda negatif.

3. Jika saat mengikuti arah loop, kutub
sumber tegangan yang lebih dulu dijumpai adalah kutub positif maka GGL bertanda
positif.

Sebaliknya, jika kutub yang lebih
dahulu dijumpai adalah kutub negatif maka GGL bertanda negatif.

Supaya kamu lebih paham, ayo coba kerjakan contoh
soal di bawah ini!
1. Suatu rangkaian listrik ditunjukkan seperti
gambar berikut ini.

Dengan menggunakan hukum II Kirchhoff, besar kuat
arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut adalah...
Diketahui:
ε1 = 6 V
ε2 = 12 V
R1 = 2 Ω
R2 = 6 Ω
R3 = 4 Ω
Ditanya: I ?
Jawab:


Komentar
Posting Komentar